Enam tahun
yang lalu aku lulus dari bangku sekolah dasar. Dengan arahan dari orang
tuaku aku memilih untuk masuk ke Pesantren.
Jika saja mengingat kembali masa-masa sekolah dasarku dulu, aku sudah
mempraktekan toleransi. Dalam satu lokal itu terdiri dari berbagai suku dan
agama. Bahkan, kami seakan melepaskan baju agama saat harus berkomunikasi.
Tidak ada saling mencaci membawa agama. Dan tidak ada permusuhan yang
disebabkan agama. Semuanya berjalan seperti biasa. Atau mungkin karena ketika
itu belum terlalu dalam mengenal agama.